Rabu, 11 September 2013

Beranda

         Assalaamu'alaikum wr. wb.


         Salam Pramuka.....!!!!!


         Selamat datang dalam blog sederhana kami. Perkenalkan, kami dari anggota Bantara Ambalan Ali Bin Abi Thalib - Siti Khodijah Pangkalan SMK NU Ungaran. Kami ingin membagikan artikel mengenai Pramuka, seperti apa itu Pramuka, bagaimana Pramuka terbentuk, apa apa saja yang dapat kita peroleh dari Pramuka, dan lain sebagainya.

          Kami rasa sekian saja perkenalannya, selanjutnya kami akan membagikan artikel artikel tersebut. Silahkan Klik menu menu yang ada pada menu blog ini.


=====> Tentang SMK NU Ungaran <=====

=====> Tentang Pramuka Indonesia <=====

=====> Tentang Ambalan Ali bin Abi Thalib - Siti Khodijah <=====

=====> Biodata Anggota/Profil Anggota Ambalan <=====

=====> Kumpulan Materi Pramuka Tingkat Penegak <=====


          Kiranya cukup sekian dulu, mohon partisipasi berupa kritik dan saran yang membangun. Apabila ada salah dalam penulisan atau salah link, kami mohon maaf.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.


Salam Pramuka.....!!!!!

Awal Kepanduan Di Indonesia


AWAL KEPRAMUKAAN DI INDONESIA

Masa Hindia Belanda

          Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
          Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
          Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916. Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
          Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
          Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
          PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
          Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
          Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Masa Bala Tentara Dai Nippon


          "Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.

Masa Republik Indonesia


          Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
          Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
          Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22Januari 1950.
          Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
          Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
          Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
          Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta. Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
          Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".
          Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

Sejarah Kepanduan Sedunia


Sejarah Kepanduan Sedunia

          Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
          Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
          Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
          Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
• Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
• Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
• Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria
• Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
• Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis
• Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
• Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
• Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina
• Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani
• Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat
• Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang
• Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia
• Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
• Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
• Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
• Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
• Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
• Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan
• Tahun 2003 Jambore XX di Thailand
          Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di hingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
          Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada.
          Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturutturut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen. Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Rabu, 03 Juli 2013

Boden Powell


Robert Stephenson Smith Baden Powel

22 Februari 1857- 8 Januari 1941




“Scouting is not a science to be solemny studied, not is it a collection
of doctrine and texts. NO! it is a jolly game in the out of doors,
where boy-men and boy can go adventuring together as leader and
younger brothers, picking up health and happiness, handicraft and
helpfulness.” Lord Boden Powel of Gilwell.

(“Kepanduan/ kepramukaan bukan suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun,
bukan pula suatu kumpulan dari ajaran ajaran dan naskah-naskah. Bukan!
Itu adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka,dimana orang dewasa dan
anak-anak pergi bersama-sama. Mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik,
membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan memberikan pertolongan”)



          Tanggal 22 Februari 1857 lahirlah seorang bayi dari pasangan suami istri Domine H.G. Baden Powell dan W.T. Smith di London Inggris yang diberi nama baden Powell. Belum lagi bayi itu genap berumur lima tahun, ayahnya meninggal. Sering kali keluarga itu mengalami kesukaran kesukaran, tetapi berkat cinta kasih seorang ibu kepada anaknya dan cinta kasih anak-anak terhadap ibunya, segala kesulitan dapat diatasi. Jiwa dan watak Baden Powell terbentuk oleh tangan lembut ibunya dan tempaan pangalaman petualangan dengan saudara laki-lakinya.

          Tahun 1870 Baden Poweel masuk Charterhouse School di London dengan bea siswa. Ia bukan pelajar yang luar biasa, tetapi ia adalah seorang yang giat. Ia selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap kesempatan karena bakatnya yang luar biasa dalam bidang sandiwara, mengarang, menggambar, musik dan olah raga khususnya sepakbola. Bahkan ia menjadi kiper andalan sekolahnya. Baden Powell selalu gembira dan lucu sehingga disenangi teman-temannya.

          Setamatnya dari Charterhouse Baden Powell melanjutkan pendidikannya pada akademi militer di Sandhurst. Ia berpendapat bahwa menjadi militer merupakan jembatan untuk dapat mengelilingi dunia. Dan ini memang menjadi kenyataan setelah ia banyak ditugaskan ke garis depan tentara Inggris baik di India (sebagai pembantu letnan), di Afganistan, di Afrika Selatan maupun di tempat yang lainnya. Berkat kemampuannya dia mendapat simpati dan penghargaan, baik dari kawan maupun lawannya. Salah satu julukan Baden Powell adalah IMPESSA atau serigala yang tak pernah tidur.

          Pengalaman tempur yang sangat menggemparkan terjadi di Mafeking di tengah benua Afrika yang masih ganas. Ketika perselisihan memuncak dia dikirimkan kesana untuk membebaskan rekannya yang terkepung. Pasukan Baden Powell berhasil masuk dengan menerobos. Namun yang terjadi justru mereka terkepung sehingga tak ada jalan untuk memberikan subsidi makanan bagi mereka. Dengan kemampuannya dan jiwanya yang besar Baden Powell banyak memberi bantuan baik lewat kata-kata penghiburnya, pembawaanya yang selalu senang, ataupun lewat kemampuannya mempertahankan hidup di dalam pengepungan itu. Dan ketika Mafeking telah dapat direbut, terjadilah perayaan yang begitu menggemparkan Negara Inggris. Nama Baden Powell pun menjadi harum. Dia telah menjadi Pahlawan negrinya.

          Sepulang dari negri Afrika, ia mengarang sebuah buku untuk tuntunan para tentara yang diberi judul AIDS TO SCOUTING atau pedoman untuk memandu. Buku ini kemudian menjadi buku bacaan di sekolah-sekolah laki-laki. Berhasilnya buku ini menumbuhkan kesadarannya tentang pentingnya sebuah buku yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak. Setelah tahun 1907 ia mengadakan perkemahan pandu yang pertama, pada tahun 1908 dia mengarang buku Scouting For Boys secara berkala tiga bulanan. Buku ini pun kemudian menyebar ke seluruh pelosok tidak saja di Inggris tetapi juga diluar Inggris.

          Setelah kepanduan berkembang dengan pesat di dunia, dia menyadari bahwa sangat tepat jika dia mengkhususkan diri dalam bidang kepanduan. Oleh sebab itu dia meletakkan jabatannya sebagai tentara dengan pangkat terakhir letnan jendral dan ia memasuki kehidupannya yang kedua seperti yang ia sebutkan. Pada tahun 1912 ia mengadakan perjalanan keliling dunia menemui pandu di seluruh dunia, dan pada
tahun 1924 diadakan jambore pandu sedunia yang pertama di Denmark. Pada acara malam terakhir pertemuan itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu se- Dunia.

          Setelah mencapai usia 80 tahun kesehatannya mulai menurun. Ia rindu akan Afrika. Kemudian ia mengajak istrinya ke Kenya Afrika untuk bertempat tinggal disana. Disanalah Baden Powell mengakhiri hidupnya yaitu pada tanggal 8 Januari 1941 sebulan lebih sedikit sebelum ulang tahunnya yang ke-84.
Memang kerinduannya akan Afrika lagi sangat besar.

          “Sebelum aku mati, aku ingin melihat Afrika lagi”, kata Baden Powell. Istrinya, Olave St. Clair Soames menjawab, “Aku akan membawamu ke sana”. Ia telah meninggal dengan penuh damai dalam hatinya. Tubuhnya terbaring di tengah kicau burung yang meloncat dari dahan ke dahan, seakan-akan mengucapkan selamat jalan pada Baden Powell. Ia kini telah tiada tetapi benih kepanduan yang ditaburkannya telah tersebar ke seluruh pelosok dunia.

Minggu, 09 Juni 2013

Kumpulan Materi Pramuka Tingkat Penegak

          Dalam postingan kali ini, kami akan memberikan materi tentang kepramukaan. Silahkan membaca, dan harap minta ijin dahulu sebelum di copy-paste. Berikut menu menunya, :


=====> BODEN POWEL <=====
=====> SEJARAH KEPANDUAN SEDUNIA <=====
=====> AWAL KEPANDUAN DI INDONESIA <=====
=====> KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA <=====
=====> SEKILAS GERAKAN PRAMUKA <=====
=====> LAMBANG GERAKAN PRAMUKA <=====
=====> TOKOH <=====
=====> TANDA PENGENAL <=====
=====> SALAM PRAMUKA <=====
=====> KODE KEHORMATAN <=====
=====> KEPEMIMPINAN <=====
=====> POLA MEKANISME TEGAK DEGA <=====
=====> PP PERTEMUAN PRAMUKA <=====
=====> PP GUDEP GP <=====
=====> PP SATUAN KARYA <=====
=====> AD ART GP <=====
=====> LAMBANG NEGARA <=====
=====> PANCASILA <=====
=====> LAGU KEBANGSAAN <=====
=====> BAHASA INDONESIA <=====
=====> BENDERA MERAH PUTIH <=====
=====> STRUKTUR ORGANISASI GP <=====
=====> MORSE <=====
=====> SEMAPHORE <=====
=====> PERTOLONGAN PERTAMA <=====
=====> PERATURAN BARIS-BERBARIS <=====
=====> TALI TEMALI <=====
=====> DAFTAR SK <=====
=====> DAFTAR ISTILAH <=====
=====> ARTI LAMBANG JAWA TENGAH, WOSM, WAGGS <=====
=====> HYMNE PRAMUKA <=====
=====> PERKEMAHAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN <=====
=====> AMBALAN DAN RACANA <=====
=====> AMBALAN PANDAWA SRIKANDI <=====
=====> PENGANTAR RAPELLING <=====
=====> SURVIVAL <=====
=====> NAVIGASI DARAT <=====
=====> KOMPAS <=====
=====> PENYAKIT RAKYAT <=====
=====> NAPZA <=====

          Sekian dulu materi yang dapat kami bagikan, selanjutnya akan kami telusuri dan kami pelajari lagi. Dimohon partisipasi dan saran dari kakak kakak sekalian.

Salam Pramuka.....!!!!!

Jumat, 31 Mei 2013

Tentang Gerakan Pramuka

Salam Pramuka.....!!!!!


          Dikesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang Pramuka Indonesia. Kami hanya akan memberikan pengetahuan dasar tentang Pramuka Indonesia. Untuk Lebih Lengkapnya, silahkan kunjungi situs =>pramuka.or.id<=.

          Baiklah, mari kita bahas dalam pertemuan kita kali ini. Yang pertama, mari kita baca Hamdalah dahulu (yang bergama Islam). Dan yang kemudian, silahkan membaca artikel yang ada pada halaman ini.


Gerakan Pramuka Indonesia

          Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

          "Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi : 
  • Pramuka Siaga (7-10 tahun)
  • Pramuka Penggalang (11-15 tahun)
  • Pramuka Penegak (16-20 tahun)
  • Pramuka Pandega (21-25 tahun).
          Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

          Teman teman pasti sering mendengar istilah "Kepramukaan". Yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sejarah

           Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

          Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.

Tujuan Gerakan Pramuka


           Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar :

 a. Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani.

b. Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan

Prinsip Dasar Kepramukaan

           Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :
  • Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya
  • Peduli terhadap dirinya pribadi
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

 

Metode Kepramukaan

          Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
  • pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • belajar sambil melakukan
  • kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi
  • kegiatan yang menarik dan menantang
  • kegiatan di alam terbuka
  • kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan
  • penghargaan berupa tanda kecakapan
  • satuan terpisah antara putra dan putri

Keanggotaan

          Anggota Gerakan Pramuka terdiri dari Anggota Muda dan Anggota Dewasa. Anggota Muda adalah Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan diantaranya :
  1. Golongan Siaga merupakan anggota yang berusia 7 s.d. 10 tahun
  2. Golongan Penggalang merupakan anggota yang berusia 11 s.d. 15 tahun
  3. Golongan Penegak merupakan anggota yang berusia 16 s.d. 20 tahun
  4. Golongan Pandega merupakan anggota yang berusia 21 s.d. 25 tahun
          Anggota yang berusia diatas 21 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri atas :

1. Tenaga Pendidik yang terdiri atas :
  • Pembina Pramuka
  • Pelatih Pembina
  • Pembantu Pembina
  • Pamong Saka
  • Instruktur Saka
2. Fungsionaris terdiri atas :
  • Ketua dan Andalan Kwartir (Ranting s.d. Nasional)
  • Staf Kwartir (Ranting s.d. Nasional)
  • Majelis Pembimbing (Gugus Depan s.d. Nasional)
  • Pimpinan Saka (Cabang s.d. Nasional)
3. Anggota Gugus Dharma Gerakan Pramuka

          Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011) , yang sekaligus menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia.



          Sudah cukup kiranya kami membagi artikel tentang Pramuka Indonesia, sudah saatnya kami melanjutkan artikel yang selanjutnya. Kalau ada komentar yang ingin disampaikan, ada pada tempatnya sendiri dan kami kira teman teman semua sudah faham (lewat komentar di bawah). Baiklah, silahkan klik menu menu yang lain yang ada pada blog ini.


Salam Pramuka.....!!!!!